Sebetulnya skala Likert ini tidak ada aturan yang ketat untuk menggunakan banyaknya skala di dalamnya. Mau banyak, mau sedikit, mau genap ataupun ganjil, tidak ada yang melarang, tapi memang ada kelebihan dan kekurangannya. Setiap saya ditanya apakah lebih baik genap ataupun ganjil, tentunya saya tidak bisa menjawab "terserah saja". Saya akan share tentang karakteristik dari skala genap dan ganjil untuk Likert ini.

Seperti yang terlihat jelas, perbedaan skala genap dan ganjil adalah di angka pertengahan atau titik tengahnya. Ganjil pasti memiliki nilai di tengahnya dan label biasanya yang melekat adalah netral – tidak ke kiri ataupun ke kanan. Ada yang dinamakan "safe answer" di skala ganjil. Sedangkan genap tidak memiliki privilege itu. Karena tidak ada nilai di tengah sehingga skala genap mewajibkan responden untuk pilih ke kiri atau ke kanan, walaupun hanya berbeda satu nilai tapi tetap jelas ke mana arah pendapat responden, atau tidak ada "safe answer" di skala genap.


Kemudian, kapan genap dan kapan ganjil. Nah untuk ini saya share dari beberapa teori yang saya dapatkan dari beberapa sumber. Sebelum masuk ke sana, saya mau share tentang tipe pertanyaan skala. Ada tipe pertanyaan yang bertanya tentang opini atau feedback, ada pula yang bertanya tentang keinginan atau apa yang akan dilakukan ke depannya. Tipe pertama bertanya tentang masa lalu dan sekarang, tipe kedua bertanya tentang kemungkinan di masa depan.


Contoh tipe pertama antara lain customer satisfaction, "seberapa puas Anda atas pelayanan atau produk kami" – ini pertanyaan pengalaman dan hubungannya dengan masa lampau. Tipe pertama ini cocok digunakan untuk skala genap. Kenapa? Karena saat responden sudah merasakan, dia harus memutuskan puas atau tidak puas, suka atau tidak suka, tidak ada safe answer di sini. Mungkin agak membingungkan ketika ditanya apakah kamu suka dengan produknya, dijawab netral.


Contoh untuk tipe kedua adalah purchase intention – keinginan untuk membeli atau pertanyaannya adalah “seberapa mungkin Anda membeli atau menggunakan produk ini jika sudah launching”. Tipe pertanyaan kemungkinan di depan lebih tepat menggunakan skala ganjil, karena ini masih berandai-andai dan bisa saja dia memutuskan untuk tidak ke kiri atau ke kanan alias netral. Misalkan secara produk sih saya suka, tapi saya kan belum tahu harganya berapa, dijual di mana, atau porsinya seberapa besar. Artinya masih ada parameter lain yang harus diketahui sebelum akhirnya membeli.


Kalau kita lihat dengan frame yang sering digunakan – saya ambil CSI dan NPS. CSI (Customer Satisfaction Index) menggunakan skala genap [1-10] sedangkan NPS (Net Promoter Score) atau seberapa ingin merekomendasikan, menggunakan skala ganjil [0-10]. Mau pakai formula yang sama atau tidak, tidak apa-apa selama datanya akurat dengan Likert.